TUGAS SOFTSKILL KEDUA (ETIKA BERINTERNET SEHAT)

Rabu, 10 Juli 2013

TUGAS SOFTSKILL KEDUA
ETIKA INTERNET SEHAT
Maraknya penyalah gunaan internet berbau pornografi menurut Sapto Hermawan, pengamat telematika dari Unit Pelaksana Teknis Pusat Komputer (UPT Puskom) UNS, sejauh ini belum ada solusi ampuh secara program untuk mengatasinya. Karena sistem antipornografi hanya bisa diterapkan pada search engine atau sistem browsing saja, bukan pada implementasi program. Dari situ pun masih susah karena terdapat jutaan keyword (kata kunci-red) porno dari berbagai jenis ragam bahasa yang lolos sensor.
“Apalagi kalau sudah masuk aplikasi sistem seperti Facebook, twitter atau camfrog yang menyediakan layanan pribadi semacam chating, itu makin susah lagi kita filter atau blokir” paparnya
Dari sisi penyedia jasa layanan pun tidak bisa disalahkan atau dijerat pasal hokum karena mereka bukan penyedia jasa pornografi. Sebab pada dasarnya mereka hanya penyedia jasa teknologi informasi yang tujuan awalnya untuk hal positif. Dan tidak hanya pornografi, beragam bentuk penyimpangan sosial dan kejahatan pun bisa dilakukan lewat internet.
“itu penyalahgunaan saja. Sebab kalau mau dilacak dari sisi hokum fasilitas e-mail, chating, atau browsing itu sah. Dan apapun penyalahgunaan akan fasilitas tersebut, ibarat kalimat yang berbunyi; Isi diluar tanggung jawab percetakan” ujarnya.
Meski begitu, masih ada solusi mudah untuk mengatasinya. Dengan memblokir semua akses masuk atau bahkan meniadakan program jejaring sosial didalam jaringan internet pun hanya bisa dilakukan secara terbatas, terutama untuk internet rumahan.
Sapto mengaku solusi utama dari semua itu adalah pengendalian dan pengawasan ketat dari guru, orang tua kepada murid dan anak-anak yang masih dibawah umur dalam menggunakan internet. Senada, Prof Dr Pawito, pakar komunikasi massa dari FISIP UNS, menyatakan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, seperti internet merupakan hal yang tidak bisa lagi dihindari. Dan kurangnya rujukan dalam memahami internet serta longgarnya pengawasan menjadi penyebab utama disorientasi pengguna internet, terutama untuk kalangan anak-anak yang masih dibawah umur.


http://harianjoglosemar.com/berita/kunci-penyalahgunaan-internet-pada-lemahnya-moralitas-44938.html

Internet Sehat:
Pedoman Keluarga dan Orangtua

Contoh-contoh Kasus Penyalah Gunaan dalam berinternet
Foss (free open source software) merupakan suatu program yang dibuat oleh sekumpulan orang yang sangat peduli pada pengguna internet sehingga mempermudah pengguna internet mengakses situs yang ingin dia cari. karena mudahnya mengakese internet banyak orang yang tidak bertanggung jawab dalam menggunakan internet. saya ingin menyampaikan beberapa fakta yang berhubungan langsung dengan penggunaan internet yang kurang bertanggung jawab.
Baru baru ini media massa menyiarkan suatu berita yang berkaitan dengan penyalahgunaan internet yang dilakukan oleh dua orang pemuda dikawasan kuningan, Jakarta. Dua orang pemuda tersebut di tangkap aparat setempat, karena di tempat kediamannya di temukan bahan dasar pembuat shabu-shabu. Setelah di selidiki lebih lanjut, kedua orang pemuda tersebut mengaku memperoleh informasi tentang cara membuat obat terlarang tersebut dari INTERNET.
Pada tahun 1999 di amerika serikat di dapat fakta bahwa dua orang pemuda yang melakukan tindakan pembunuhan massal di sekolahnya menggunakan senjata api. Belakangan diketahui Haris dan Dylan mempunyai kebiasaan mengakses situs yang berkaitan dengan pembunuhan missal serta perakitan senjata api.
Salah satu contoh lain yang mengungkapkan fakta penyalahgunaan internet adalah mudahnya mengakses situs yang berbau pornografi. Meskipun telah dibuat unang-undang anti pornografi tetap saja banyak ditemui pengguna internet yang mengakses situs yang berbau pornografi.
Hanya dengan ketikan beberapa jari, semua kalangan dapat menjelajahi dunia ini. Bayangkan saja, jika komunitas-komunitas yang memiliki prilaku menyimpang di seluruh dunia bertemu di dunia maya dan berusaha meracuni komunitas sehat lainnya dengan visi yang negative. Kaum gay misalnya, mereka dapat dengan mudah bersepakat untuk melakukan kampanye di beberapa tempat dengan mengatasnamakan kebebasan mereka.
Kecanggihan internet juga dapat disalah artikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan program khusus, beberapa selebritis disulap sedemikian rupa dengan memunculkan sisi pornografis dari bagian-bagian tubuhnya dan dengan mudahnya disebarkan ke seluruh dunia. Semua kalangan dapat mengakses dan menikmati hal negative tersebut.
Oleh karena itu, internet sehat wajib digalakan oleh setiap pengguna internet. Dengan jalur yang tepat dan positif internet dapat membantu manusia dalam setiap kegiatannya. Namun, ditangan orang yang tidak bertanggung jawab internet dapat menjadi pemangsa jiwa dan mental setiap manusia, terutama generasi muda zaman ini.

Beberapa tips & trik yang bisa diterapkan untuk internet sehat antara lain :

1. Membatasi akses situs porno
Membuat semacam himbauan berupa tulisan yang bisa dipasang diruang warnet maupun dicover billing masing-masing client (kebetulan kami pakai billing explorer jadi mudah untuk
pasang covernya) sehingga mudah terbaca oleh user.
Salah satu himbauan bisa mirip peringatan dibungkus rokok : “PERINGATAN : Membuka situs porno secara berlebihan dapat menyebabkan komputer hank, serangan virus, koneksi melambat
dan gangguan pikiran kotor dan nafsu” ( sample terlampir di folder ) Ditambah dengan memblok situs yang terindikasi berbau pornografi lewat squid maupun proxy.
( daftar sebagian situs xx terlampir di folder )
Dan juga jangan bosan-bosan memberikan edukasi dan artikel internet sehat kepada user pemula
baik pelajar maupun masyarakat umum, akan kerugian dan bahaya bila membuka situs porno,  arena kebanyakan dari pemula biasanya lebih cenderung untuk coba-coba buka situs porno/xxx. Kalau sudah jor-joran tentu user lain dan warnet itu sendiri yang rugi karena bw kesedot oleh satu user yang kebetulan lagi asyik lihat situs xxx dengan digendongi oleh popup yang berjibun, sehingga koneksi terasa lamban.
Imbasnya buka halaman web seperti yahoo/FS/hotmail atau sudah masuk dalam tahap login ke mail yahoo / FS akan tampil “The page cannot be displayed”. Kalau user lain tidak tahan
biasanya akan segera keluar dari warnet dengan pertanyaan “Kok koneksinya lambat ya?”
Bila warnet bisa memangkas situs xxx dan membiasakan user untuk membuka situs yang lebih berguna tentu image warnet akan lebih bagus, karena sebagian orang awam masih memandang warnet sumbernya gambar-gambar porno.
Dengan semakin sedikitnya yang membuka situs xxx koneksi internet akan semakin lancar dan user pun akan jadi betah internet sehat aman pun tercapai.

2. Carding / CYBER-CRIME & Judi online
Carder saat ini makin lihai dalam melakukan aksinya, sehingga bila tanpa pengawasan yang ketat suatu saat warnet akan kecolongan dan bisa berurusan dengan pihak berwajib karena kebetulan ip address warnet dipakai untuk transaksi carding / card fraud dan juga judi online
yang lagi marak seperti tangkas.net, bola tikus dll.
Solusinya :
Memasang tulisan “STOP CYBER-CRIME” dipintu masuk warnet atau diruangan
dan mengawasi lewat radmin atau fasilitas billing yang ada.
Paling tidak dengan adanya tulisan seperti diatas para carder akan berpikir dua kali untuk melakukan aksinya diwarnet tersebut dan juga warnet turut serta memerangi kejahatan didunia maya yang telah mencoreng nama Indonesia dimata dunia terutama negara-negara
yang telah jadi korban dari carder Indonesia.
Juga membantu aparat dalam memerangi judi di Indonesia walau sangat sulit untuk menghilangkan judi.
Demikian, semoga dapat membantu rekan-rekan warnet yang baru terjun maupun baru mau menjalani bisnis warnet.

Langkah - langkah itu antara lain :
1. Sebelum memulai untuk bersurfing di internet (di rumah atau di warnet atau di kantor), ingatlah apa-apa yang hendak dikerjakan di internet. Tentukan berapa jam anda ingin main, dan situs mana yang harus anda buka. Ingat, internet itu adalah candu bagaikan rokok. anda akan terbengong-bengong di depan layar PC karena anda menyukai keindahan internet.
2. Jangan pernah membuka situs-situs yang aneh-aneh. Selain baik utk kesehatan fisik, mental,rohani juga tidak membahayakan komputer anda (jika main di rumah), karena biasanya situs yang aneh-aneh mengandung banyak virus berbahaya.
3. Usahakan menginstall software yang mampu memfilter situs-situs aneh (direkomendasikan utk para orang tua yang komputernya dipakai oeh si buah hati)
4. Jangan mudah percaya pada orang-orang di dunia maya(tidak percaya bukan berarti curiga tapi waspada). Alangkah baiknya jika data2 pribadi anda tidak pernah ditayangkan di dunia maya.

PROFESI IT YANG SAYA MINATI ADALAH ………???
Profesi yang saya inginkan sebagai seorang analis sistem. Sebelumnya saya akan menjelaskan seorang analis itu adalah merupakan orang yang bertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.
Job Descriptions:
1. Memperluas atau memodifikasi sistem untuk melayani tujuan baru atau meningkatkan alur kerja.
2. Menguji, memelihara, dan memantau program komputer dan sistem, termasuk koordinasi instalasi program komputer dan sistem.
3. Mengembangkan, dokumen dan merevisi prosedur desain sistem, prosedur pengujian, dan standar kualitas.
4. Menyediakan staf dan pengguna dengan membantu memecahkan masalah komputer terkait, seperti malfungsi dan masalah program.
5. Meninjau dan menganalisa hasil print-out komputer dan indikator kinerja untuk menemukan masalah kode, dan memperbaiki eror dengan mengkoreksi kode.
6. Berkonsultasi dengan manajemen untuk memastikan kesepakatan pada prinsip-prinsip sistem.
7. Berunding dengan klien mengenai jenis pengolahan informasi atau perhitungan kebutuhan program komputer.
8. membaca manual, berkala, dan mereport secar teknis untuk belajar bagaimana mengembangkan program yang memenuhi kebutuhan staf dan pengguna.
9. Mengkoordinasikan dan menghubungkan sistem komputer dalam sebuah organisasi untuk meningkatkan kompatibilitas dan sehingga informasi bisa dibagi.
10. Menentukan software atau hardware komputer yang diperlukan untuk mengatur atau mengubah sistem.
Saya tertarik dengan pekerjaan ini karena:
  • Ini adalah background dari pendidikan saya.

Etika dalam Media Sosial

Minggu, 28 April 2013


Saat ini pertumbuhan media sosial di Indonesia sangat pesat. Sebagian besar anak muda kita, terutama yang tinggal di kota besar, aktif menggunakan internet untuk berkomunikasi, beraktivitas hingga update informasi.  Salah satu medium yang berkembang pesat adalah media sosial seperti Facebook, Twitter, blog dan lain-lainnya.
Saya percaya keberadaan media sosial di era new media ini akan memberikan banyak manfaat. Selain mendapat informasi secara cepat,  beragam juga langsung  dari sumber pertama.  Siapa saja dan kapan saja bisa berbicara bebas. Kita bisa berdiskusi atau ngobrol-ngobrol dengan orang yang tidak kita kenal. Di sinilah bagusnya new media, walau tidak saling kenal kita bisa berdiskusi secara baik di dalamnya.
Meski bebas berinteraksi di media sosial,  kadang kita melupakan etika. Kita seyogyanya tetap menjaga sopan santun, menjaga kesopanan saat berinteraksi di sana. Internet memberikan kebebasan, namun jangan sampai kebebasan itu kita salahgunakan.  Kebebasan yang kita dapat jangan digunakan untuk menyebar fitnah, kebohongan, atau hal lain yang merugikan pihak lain. Berselancar di media sosial, juga harus dijaga sopan santun  agar kita mendapat simpati, dipercaya, serta menjadi acuan masyarakat.
Banyak pihak yang tidak mengindahkan hal itu. Misalnya menyalah gunakan media sosial seperti facebook untuk hal-hal yang negatif. Kasus terbaru adalah lomba kartun nabi. Tentu hal ini dikatakan pembuatnya bentuk kebebasan, namun hal itu menyakiti orang lain.
Selain itu juga marak penipuan dengan melibatkan media sosial ini. Ada yang menipu lewat YM, Facebook, dan sebagainya. Internet adalah dunia terbuka, siapa saja bisa masuk ke dalamnya dan berbuat apa saja. Karena itu diperlukan filter. Selain undang-undang, filternya tentu dari diri kita sendiri. Dengan menerapkan etika kita bisa membuat dunia maya semakin aman dan nyaman bagi kita.
Kemajuan teknologi tampaknya akan selalu diikuti dengan berbagai ekses negatif, salah
satunya adalah teknologi komputer berbasis internet yang dilengkapi dengan berbagai
situs jejaring sosial, seperti friendster, myspace, facebook dan twitter. Banyak sudah
kasus yang terjadi sejak facebook dan twitter menjadi trend di kalangan masyarakat,
mulai dari kasus pencemaran nama baik, penculikan, penipuan, penyebaran paham
terlarang, hingga jejaring sosial ini dijadikan sebagai media prostitusi.
Ironisnya, situs jejaring sosial yang tersedia di masyarakat tersebut ternyata tidak hanya
diminati oleh kalangan dewasa saja tetapi juga diminati kalangan anak-anak yang dilihat
dari persyaratan usia, belum memenuhi kriteria untuk memiliki akun (account) di jejaring
sosial tersebut, yaitu anak-anak di bawah usia 13 tahun. Anak-anak tersebut sebenarnya
belum memiliki hak untuk mengakses dan bergabung dalam situs jejaring sosial, karena
pada dasarnya mereka adalah anak-anak yang belum mengetahui bagaimana etika
berkomunikasi di dunia maya. Mereka belum mampu memilih pesan-pesan atau
tindakan-tindakan yang tepat untuk dilakukan pada jejaring sosial. Melalui jejaring sosial
tersebut, mereka terkadang saling memaki, menghina, membuka rahasia pribadi atau
orang lain, mengunci password teman dan sebagainya. Oleh karena itu, tidak
mengherankan bila penelitian mengenai internet dan anak-anak menunjukkan adanya
peningkatan yang signifikan terhadap pelecehan dan kekerasan di dunia
maya/cyberbullying (Santrock, 2009: 525).
Di Indonesia, etika berkomunikasi di dunia maya tertuang dalam Undang-Undang
Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya Bab VII pasal 27 s.d. 32. Di
dalam UU tersebut dijelaskan sanksi hukum yang akan diterima oleh pihak-pihak yang
melanggar etika berkomunikasi di dunia maya. Beberapa kasus terkait dengan etika
berkomunikasi di dunia maya pernah terjadi di Indonesia dan diselesaikan dengan
menggunakan UU tersebut. Dikhawatirkan kasus-kasus serupa juga akan menimpa
anak-anak usia di bawah 13 tahun jika tanpa mereka sadari tulisan mereka di jejaring
sosial dianggap melanggar etika berkomunikasi, dan pihak-pihak yang merasa dirugikan
tidak bisa menerima apa yang dilakukan oleh anak-anak tersebut.

Pengertian Telematika dan Perkembangannya

Sabtu, 19 Januari 2013

Definisi, Perkembangan dan Tren Ke Depan Telematika

Pengertian Telematika

Istilah telematika pertama kali digunakan pada tahun 1978 oleh Simon Nora dan Alain Minc dalam bukunya L’informatisation de la Societe. Istilah telematika yang berasal dari kata dalam bahasa Prancis telematique merupakan gabungan dua kata: telekomunikasi dan informatika.

Telekomunikasi sendiri mempunyai pengertian sebagai teknik pengiriman pesan, dari suatu tempat ke tempat lain, dan biasanya berlangsung secara dua arah. Telekomunikasi mencakup semua bentuk komunikasi jarak jauh, termasuk radio, telegraf/telex, televisi, telepon, fax, dan komunikasi data melalui jaringan komputer. Sedangkan pengertian Informatika (Inggris: Informatics) mencakup struktur, sifat, dan interaksi dari beberapa sistem yang dipakai untuk mengumpulkan data, memproses dan menyimpan hasil pemrosesan data, serta menampilkannya dalam bentuk informasi. Jadi pengertian Telematika sendiri lebih mengacu kepada industri yang berhubungan dengan penggunaan komputer dalam sistem telekomunikasi.

Perkembangan Telematika

Untuk kasus di Indonesia, perkembangan telematika mengalami tiga periode berdasarkan fenomena yang terjadi di masyarakat. Pertama adalah periode rintisan yang berlangsung akhir tahun 1970-an sampai dengan akhir tahun 1980-an. Periode kedua disebut pengenalan, rentang waktunya adalah tahun 1990-an, dan yang terakhir adalah periode aplikasi. Periode ketiga ini dimulai tahun 2000.

1. Periode Rintisan

Aneksasi Indonesia terhadap Timor Portugis, peristiwa Malari, Pemilu tahun 1977, pengaruh Revolusi Iran, dan ekonomi yang baru ditata pada awal pemerintahan Orde Baru, melahirkan akhir tahun 1970-an penuh dengan pembicaraan politik serta himpitan ekonomi. Sementara itu sejarah telematika mulai ditegaskan dengan digariskannya arti telematika pada tahun 1978 oleh warga Prancis.

Mulai tahun 1970-an inilah Toffler menyebutnya sebagai zaman informasi. Namun demikian, dengan perhatian yang minim dan pasokan listrik yang terbatas, Indonesia tidak cukup mengindahkan perkembangan telematika.

Memasuki tahun 1980-an, perubahan secara signifikan pun jauh dari harapan. Walaupun demikian, selama satu dasawarsa, learn to use teknologi informasi, telekomunikasi, multimedia, mulai dilakukan. Jaringan telepon, saluran televisi nasional, stasiun radio nasional dan internasional, dan komputer mulai dikenal di Indonesia, walaupun penggunanya masih terbatas. Kemampuan ini dilatarbelakangi oleh kepemilikan satelit dan perekonomian yang meningkat dengan diberikannya penghargaan tentang swasembada pangan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kepada Indonesia pada tahun 1984.

Setahun sebelumnya di Amerika Serikat, tepatnya tanggal 1 Januari 1983, internet diluncurkan. Sejak ARPAnet (Advance Research Project Agency) dan NSFnet (National Science Foundation) digabungkan, pertumbuhan jaringan semakin banyak, dan pada pertengahan tahun, masyarakat mulai memandangnya sebagai internet.

Penggunaan teknologi telematika oleh masyarakat Indonesia masih terbatas. Sarana kirim pesan seperti yang sekarang dikenal sebagi email dalam suatu Group, dirintis pada tahun 1980-an. Mailing List (milis) tertua di Indonesia dibuat oleh Johhny Moningka dan Jos Lukuhay, yang mengembangkan perangkat pesan berbasis unix, ethernet, pada tahun 1983, persis bersamaan dengan berdirinya internet sebagai protokol resmi di Amerika Serikat. Pada tahun-tahun tersebut, istilah unix, email, PC, modem, BBS, ethernet masih merupakan kata-kata yang sangat langka.

Periode rintisan telematika ini merupakan masa di mana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika, atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an, teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar Jakarta, bahkan di luar pulau Jawa. Pada pihak akademisi dan praktisi praktisi IT (Information and Technology), merekam penggunaan internet sebagai berikut.

Menjelang akhir tahun 1980-an, tercatat beberapa komunitas BBS, seperti Aditya (Ron Prayitno), BEMONET (BErita MOdem NETwork), JCS (Jakarta Computer Society — Jim Filgo), dan lain-lain. Konon, BEMONET cukup populer dan bermanfaat sebagai penghilang stress dengan milis seperti “JUNK/Batavia“. Di kalangan akademis, pernah ada UNInet dan Cossy. UNINET merupakan sebuah jaringan berbasis UUCP yang konon pernah menghubungkan Dikti, ITS, ITB, UI, UGM, UnHas, dan UT. Cossy pernah dioperasikan dengan menggunakan X.25 dengan pihak dari Kanada. Milis yang kemudian muncul menjelang akhir tahun 1980-an ialah the Indonesian Development Studiesi (IDS) (Syracuse, 1988); UKIndonesian (UK, 1989); INDOZNET (Australia, 1989); ISNET (1989); JANUS (Indonesians@janus.berkeley.edu), yang saking besarnya sampai punya beberapa geographical relayers; serta tentunya milis kontroversial seperti APAKABAR.

Jaringan internet tersebut, terhubungkan dengan radio. Medio tahun 1980 diisi dengan komunikasi internasional melalui kegiatan radio amatir, yang memiliki komunitas dengan nama Amatir Radio Club (ARC) Institut Teknologi Bandung (ITB). Bermodalkan pesawat transceiver HF SSB Kenwood TS 430 dengan komputer Apple II, sekitar belasan pemuda ITB menghubungkan server BBS amatir radio seluruh dunia, agar email dapat berjalan lancar.

2. Periode Pengenalan

Periode satu dasawarsa ini, tahun 1990-an, teknologi telematika sudah banyak digunakan dan masyarakat mengenalnya. Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.

Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersial pertama, yaitu INDOnet.

Dua tahun keterbukaan informasi ini, salah satu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televisi swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996.

Teknologi telematika, seperti komputer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televisi internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia. Periode pengenalan telematika ini mengalami lonjakan pasca kerusuhan Mei 1998.

Masa krisis ekonomi ternyata menggairahkan telematika di Indonesia. Di saat keterbukaan yang diusung gerakan moral reformasi, stasiun televisi yang syarat informasi seperti kantor berita CNN dan BBC, yakni Metro Tv, hadir pada tahun 1998. Sementara itu, kapasitas hardware mengalami peningkatan, ragam teknologi software terus menghasilkan yang baru, dan juga dilanjutkan mulai bergairahnya usaha pelayanan komunikasi (wartel), rental komputer, dan warnet (warung internet). Kebutuhan informasi yang cepat dan gegap gempita dalam menyongsong tahun 2000, abad 21, menarik banyak masyarakat Indonesia untuk tidak mengalami kesenjangan digital (digital divide).
Pemerintah yang masih sibuk dengan gejolak politik yang kemudian diteruskan dengan upaya demokrasi pada Pemilu 1999, tidak menghasilkan suatu keputusan terkait perkembangan telematika di Indonesia. Dunia pendidikan juga masih sibuk tambal sulam kurikulum sebagai dampak perkembangan politik terbaru, bahkan proses pembelajaran masih menggunakan cara-cara konvensional. Walaupun demikian, pada tanggal 15 Juli 1999, arsip pertama milis Telematika dikirim oleh Paulus Bambang Wirawan, yakni sebuah permulaan mailing list internet terbesar di Indonesia.

3. Periode Aplikasi

Reformasi yang banyak disalahartikan, melahirkan gejala yang serba bebas, seakan tanpa aturan. Pembajakan software, Hp ilegal, perkembangan teknologi komputer, internet, dan alat komunikasi lainnya, dapat dengan mudah diperoleh, bahkan di pinggir jalan atau kios-kios kecil. Tentunya, dengan harga murah.

Keterjangkauan secara finansial yang ditawarkan, dan gairah dunia digital di era Millenium ini, bukan hanya mampu memperkenalkannya kepada masyarakat luas, akan tetapi juga mulai dilaksanakan, diaplikasikan. Pada pihak lain, semua itu dapat berlangsung lancar, dengan tersedianya sarana transportasi, kota-kota yang saling terhubung, dan industri telematika dalam negeri yang terus berkembang.

Awal era Millenium inilah, pemerintah Indonesia serius menanggapi perkembangan telematika dalam bentuk keputusan politik. Kebijakan pengembangan yang sifatnya formal “top-down” direalisasikan dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 50 Tahun 2000 tentang Tim Koordinasi Telematika Indonesia (TKTI), dan Instruksi Presiden No. 6 Tahun 2001 tentang Pendayagunaan Telematika. Dalam bidang yang sama, khususnya terkait dengan pengaturan dan pelaksanaan mengenai berbagai bidang usaha yang bergerak di sektor telematika, diatur oleh Direktorat Jenderal Aplikasi Telematika (Dirjen Aptel) yang kedudukannya berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia.

Selanjutnya, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televisi, dan teleconference melalui 3G. Teknologi komputer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada kafe dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Terkait dengan hal tersebut, Depkominfo mencatat bahwa sepanjang tahun 2007 yang lalu, Indonesia telah mengalami pertumbuhan 48% persen terutama di sektor selular yang mencapai 51% dan FWA yang mencapai 78% dari tahun sebelumnya. Selain itu, dilaporkan tingkat kepemilikan komputer pada masyarakat juga mengalami pertumbuhan sangat signifikan, mencapai 38.5 persen. Sedangkan angka pengguna Internet mencapai jumlah 2 juta pemakai atau naik sebesar 23 persen dibanding tahun 2006. Tahun 2008 ini diharapkan bisa mencapai angka pengguna 2,5 juta.

Data statistik tersebut menunjukkan aplikasi telematika cukup signifikan di Indonesia. Namun demikian, telematika masih perlu disosialisasikan lebih intensif kepada semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pemberdayaan manusianya, baik itu aparatur Negara ataupun non-pemerintah, harus terus ditumbuhkembangkan.

Selama perkembangan telematika di Indonesia sekitar tiga dasawarsa belakangan ini, membawa implikasi di berbagai bidang. Kemudahan yang disuguhkan telematika akan meningkatkan kinerja usaha, menghemat biaya, dan memperbaiki kualitas produk. Masyarakat juga mendapat manfaat ekonomis dan peningkatan kualitas hidup.

Peluang untuk memperoleh informasi bernuansa porno dan bentuk kekerasan lainnya, dapat terealisir. Di lain pihak, segi individualis dan a-sosial amat mungkin akan banyak menggejala di masyarakat. Walaupun demikian, masih banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku masyarakat tertentu dan faktor yang sama dapat berdampak lain pada lingkungan yang berbeda.

Tren Ke Depan Usaha Telematika

Pada prinsipnya berbagai jenis usaha di dunia telematika dapat di pilah-pilah menjadi berbagai usaha yang sifatnya modular tidak terlalu tergantung satu dengan lainnya. Beberapa servis seperti NIC servis & CA/RA/PKI servis memang merupakan servis pendukung yang sifatnya tidak terlalu profit-oriented, akan tetapi tidak bisa di pisahkan dari usaha yang didukungnya.

Secara umum model yang ingin di usulkan terlihat dalam gambar model terlampir. Model dibuat modular yang berarti entitas industri di masing-masing segmen di usahakan untuk bisa berdiri sendiri tidak harus tergantung satu sama lain.

Ada lima (5) kelompok besar segmen industri jasa yang di identifikasi yaitu:
1. Infrastruktur Telekomunikasi (biasanya risiko bisnis paling besar)
2. Infrastruktur Internet (biasanya risiko bisnis sedang & rendah)
3. Hosting service (biasanya risiko bisnis rendah)
4. Transaction type service (biasanya risiko bisnis rendah).
5. Content / knowledge producer (biasanya risiko bisnis rendah).

Ada dua (2) arah utama yang terjadi di level aplikasi yang pertama ke arah jasa yang sifatnya transaksi (biasanya di sini yang berputar adalah uang & barang) yang ke dua lebih ke arah transaksi pengetahuan & informasi. Karakteristik dari kedua arah tersebut akan berbeda; sayang sekarang ini yang lebih di gembar-gemborkan terutama e-commerce – padahal jika kita cukup pandai (dalam arti berpengetahuan banyak) maka bermain-main di k-commerce akan lebih menarik.

Ada tiga (3) hal utama yang akan menentukan kehidupan / tingkat kompetisi maupun kontrol pemerintah di jenis usaha yang dipilih, tiga (3) hal tersebut adalah:
• Tingkat risiko bisnis.
• Kontrol kualitas.
• Tanggung jawab sosial (menjamin proses cross subsidi).

Pada tingkat risiko bisnis yang rendah, sebaiknya pasar di bebaskan dari proses lisensi atau perizinan – kompetisi bebas diberlakukan konsekuensinya kontrol kualitas di lakukan sendiri oleh masyarakat; pemerintah dapat memfasilitasi transparansi kualitas entitas. Sebaliknya untuk tingkat risiko bisnis yang tinggi, proses perizinan atau lisensi yang di ikuti kontrol kualitas dari pemerintah. Yang perlu diperhatikan barangkali membuat semua proses menjadi transparan ke masyarakat banyak.

Dalam hal semua jenis usaha pada akhirnya bukan teknologi yang akan memenangkan pertandingan. Teknologi hanyalah alat bantu semata, kemenangan hanya bisa diperoleh dari keberhasilan dalam membentuk massa yang real di masyarakat. Dalam dunia informasi yang biasanya massanya berpendidikan, proses community building agak lebih pelik dari pada dunia biasa. Konsep penggalangan massa seperti para partai politik di dunia nyata tidak mungkin dilakukan di dunia maya. Interaksi dua arah berbentuk diskusi, di talkshow, di kolom-kolom media di tumpu oleh kemampuan leadership (kepemimpinan), total customer satisfaction dan komitmen kepada masyarakat berpengetahuan akan menjadi kunci keberhasilan dalam melibatkan masyarakat dalam kebersamaan. Fungsi fasilitator sangat erat di dunia maya sangat berbeda dengan dunia nyata yang lebih mementingkan struktur dan komando.

Sumber : http://welcometoadventure.blogspot.com/2010/10/definisi-perkembangan-dan-tren-ke-depan.html

Pengertian Waterfall

Waterfall sebagai model rekayasa perangkat lunak

Permodelan dalam suatu perangkat lunak merupakan suatu hal yang dilakukan di tahapan awal. Di dalam suatu rekayasa perangkat lunak, sebenarnya masih memungkinkan tanpa melakukan permodelan. Hal ini tidak dapat lagi dilakukan dalam suatu industri perangkat lunak.
Permodelan dalam perangkat lunak merupakan suatu yang harus dikerjakan di bagian awal rekayasa, dan permodelan ini akan mempengaruhi pekerjaan-pekerjaan dalam rekayasa perangkat lunak tersebut.
Model proses perangkat lunak masih menjadi obyek penelitian, tapi sekarang ada banyak model umum atau paradigma yang berbeda dari pengembangan perangkat lunak, antara lain :
  • Pengembangan waterfall
  • Pengembangan secara evolusioner
  • Transformasi formal
  • Penggabungan sistem dengan menggunakan komponen-komponen yang dapat digunakan kembali
  • Waterfall model pertama kali diperkenalkanoleh Winston Royce tahun 1970. Waterfall Model merupakan model klasik yang sederhana dengan aliran sistem yang linier.  Output dari setiap tahap merupakan input bagi tahap berikutnya.
    Model ini telah diperoleh dari proses rekayasa lainnya dan menawarkan cara pembuatan rekayasa perangkat lunak secara lebih nyata.  Model ini melibatkan tim SQA (Software Quantity Assurance) dengan 5 tahapan, dimana setiap tahapan selalu dilakukan verifikasi atau testing.  Tahapan model waterfall meliputi :
    • Requirment
    Dalam tahapan ini jasa, kendala dan  tujuandari konsultasi dengan pengguna sistem.  Kemudian semuanya dibuat dalam bentuk yang dapat dimengerti oleh user dan staf pengembang.  Dengan kata lain, dalam tahapn ini dilakukan analisa kebutuhan, kemdian diverifikasi klien dan tim SQA.
    • Specification
    Dokumentasi spesifikasi, kemudian diperiksa oleh tim SQA.  Selanjutnya jika disetujui oleh klien, maka dokumen tersebutmerupakan kontrak kerjaantaraklien dan pengembang s0ftware.  Selanjutnya merencanakan jadwal pengembangan software. Jika disetujui oleh SQA, tahap desain baru dilakukan.
    • Design
    Proses design sistem membagi kebutuhan-kebutuhan menjadi sistem perangkat lunak atau perangkat keras.  Proses tersebut menghasilkan sebuah arsitektur keseluruhan. Desain perangkat lunak termasuk menghasilkan fungsi sistem perangkatlunak dalam bentuk yang mungkin ditransformasi kedalam satu atau lebih program yang dapat dijalankan.  Tahapan ini telah menentukan alur software hingga pada tahap algoritma detail.  Di akhir tahap ini, kembali diperksa tim SQA.
    • Implementation
    Selama tahap ini, desain perangkat lunak disadari sebagai sebuah program lengkap atau unit program.  Desain yang telah disetujui, diubah dalam bentuk kode-kode program.  Tahap ini, kode-kode program yang dihasilkan masih pada tahap modul-modul. Diakhir tahap ini, tiap modul di testing tanpa diintegrasikan.
    • Integration
    Unit program diintegrasikan dandiuji menjadi sistem yang lengkap untuk meyakinkan bahwa persyaratan perangkat lunak telah dipenuhi.  Setelah uji coba, sistem disampaikan ke konsumen.
    • Operaton mode & retirement
    Normalnya, ini adalah tahap yang terpanjang.  Sistem dipasang dan digunakan. Pemeliharaan termasuk pembetulan kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya.  Perbaikan inmplementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru ditemukan.
    Setiap tahap dari modelini menggunakan Document Drivent, yaitu tahap selanjutnya selalu bekerja berdasarkan dokumen yang telah diberikan sebelumnya.
    Tahapan pada waterfall model tidak akan selesai jika tidak disetujui SQA.  Modifikasi pada tahap tertentu (tidak sesuai dengan dokumen sebelumnya), proses harus kembali pada tahap sebelumnya untuk penyesuaian dan peninjauan ulang.
    Dalam prakteknya, setiap langkah sering tumpang tindih dan saling memberi informasi satu sama lain.  Proses perangkat lunak tidak linierdan sederhana,  tapi mengandung urutan iterasi dari aktifitas pengembangan.  Selama di langkah terakhir, perangkat lunak telah digunakan.  Kesalahan dan kelalaian dalam menentukan kebutuhan perangkat lunak original dapat diatasi.
    Sayangnya model yang banyak mengandung iterasi, sehingga membuat sulit bagi pihak manajemen untuk memeriksa seluruh rencana dan laporan.  Maka dari itu, setelah sedikit iterasi, biasanya bagian yang telah dikembangkan akan dihentikan dan dilanjutkan dengan langkah pengembangan selanjutnya.
    Masalah-masalah selama resolusi selanjutnya, dibiarkan atau diprogram.  Pemberhentian yang prematur dari persyaratan akan berarti bahwa sistem tidak akan sesuai dengan keinginan user.  Mungkin juga sistem terstruktur secarajelek yang sebenarnya merupakan masalah deain akan dibiarkan karenaterkalahkan olehtrik implementasi.
    Masalah pendekatan waterfall adalah ketidakluwaesan pembagian proyek ke dalam langkah yang jelas/nyata.  Sistem yang disampaikan kadang-kadang tidak dapatdigunakan sesuai keinginan konsumen.  Namun demikian, model waterfall mencerminkan kepraktisan rekayasa.  Konsekuensinya, model proses perangkat lunak yang berdasarkan pada pendekatan ini, digunakan dalam pengembangan sistem perangkat lunak dan hardware yang luas.
    Daftar Pustaka:
    Davis, William S, 1983, Sistem Analisys and Design : A Structured Approach.  Addison-Westley Publishing Company
    Kristanto, Andri, 2003, Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, YOgyakarta : Gava Media
    Kristanto, Andri, 2004, Rekayasa Perangkat Lunak : KOnsep Dasar, YOgyakarta : Gava Media
    Ngoman, Syahkimiki, 2003, Paradigma Perangkat LUnak, artikel internet
    Wijana,  Katon, 1997, Modul Rekayasa Perangkat Lunak, Yogyakarta : Universitas Kristen Duta Wacana

    Sample of complain letter

    Sample Complaint Letter to Send to a Business

    REPORTING YOUR COMPLAINT TO A BUSINESS
    When you are trying to resolve a complaint against a company, the first step should always be to discuss your concerns with a representative of the business.  Try to speak with the manager or owner, and follow up by sending a certified letter confirming all the details of your conversation.  Request a return postal receipt so that you will have proof of the letter’s delivery; and keep records of all communications between yourself and the business, including phone calls, letters, faxes or e-mails.
    Below you will find an example of a letter you can use to send to the business.  If you are following up on a previous conversation, be sure to restate any assurances that were made to you at that time.


    [Your address]
    [Your city, state, zip code]
    [Today’s date]
    [Name of contact person (if available)]
    [Title (if available)]
    [Company name]
    [Consumer Complaint Division (if there is no contact person)]
    [Street address]
    [City, state, zip code]
    Re: [Account number or other reference to your complaint]
    Dear [Contact Person]:
    This letter is to [notify you {or} follow up on our conversation of {date}] about a problem I am having with the [name of product or service performed] that I [bought, leased, rented or had repaired] at your [name of location] location on [date].
    I am dissatisfied with your [service or product] because [describe problem].  I have already attempted to resolve this problem by [describe attempts and actions taken].  I have enclosed copies of my records.  [Include copies of receipts, canceled checks, contracts, and other relevant documents]
    Unfortunately, the problem remains unresolved.  I am hereby requesting that you:  [List specific actions you want (such as: refund, exchange or repair the item)]
    1)
    2)
    3)
    Please contact me within [number of days] days to confirm that you will honor my request.  I have prepared a complaint for submission to the proper agencies for investigation.  I will not file the complaint if you resolve the problem within this time period I have indicated.
    Thank you for your anticipated assistance in resolving my problem.  Please contact me at [telephone number and/or e-mail address] if you have any questions.
    Sincerely,
    [Your signature]
    [Your name]

    Enclosure(s): [List attached document copies]
    cc: [Name(s) of anyone to whom you are sending a copy of this letter]